Catatan Guru Drama

notes of my thoughts

Rekonstruksi Sejarah dalam Theater

on May 14, 2015

Setiap bangsa sangat kaya akan cerita sejarah, tak terkecuali Bangsa Indonesia. Indonesia pra-penjajahan sampai pasca penjajahan hingga reformasi, sangat penuh dengan cerita-cerita sejarah. Tapi sayang, sering kali sejarah diceritakan dengan gaya yang membosankan. Ceramah depan kelas atau bahkan seminar sejarah. Semenjak saya SD saya sangat suka dengan cerita sejarah, cerita yang diceritakan secara lisan dan menarik oleh “Engkong” yang mengalami beberapa periode dalam sejarah bangsa ini. Ketertarikan saya akan cerita-cerita sejarah tidak berhenti ketika “Engkong” meninggal, justru semakin kuat. Buku bacaan, mulai dari Fiksi sejarah sampai buku kajian sejarah. Hingga pada suatu ketika secara tidak sengaja terlibat sebuah pementasan teater yang merekonstruksi kejadian bersejarah di lokasi kejadian aslinya. Waktu itu tahun  2004 kalau tidak salah, ketika sebuah EO mencari talent untuk terlibat dalam pementasan “Oey Tambah Sia” di Museum Sejarah Jakarta. Pada saat itu hanya terlibat sebagai pemain/aktor saja. Keterlibatan saya dalam rekonstruksi tidak berhenti sampai disitu, pada tahun berikutnya saya dipercaya untuk menjadi sutradara, untuk menggantikan sutradara yang tidak sanggup menyelesaikan tugasnya, tahun berikutnya pun sama, kali ini juga mengedit naskah. Setelah itu hingga tahun 2011 saya menulis naskah sekaligus menyutradarai pementasan rekonstruksi sejarah di Museum Sejarah Jakarta.

Menulis naskah teater dengan cerita sejarah menjadi pengalaman yang menarik dan unik, karena selain harus riset, saya juga harus benar-benar mencari tahu dan mengolah cerita agar rekonstruksi bisa hidup di antara penonton karena pementasan tidak dilakukan di panggung, tapi di Lapangan halaman Museum Sejarah Jakarta, dan beberapa tempat di dalam Museum Sejarah Jakarta. Selama proses riset tak jarang saya menemukan teks-teks sejarah dalam bahasa Belanda, Inggris, Arab-melayu, bahkan jawa. Proses ini cukup memakan waktu yang tidak sedikit. Tapi lamanya waktu, dan kendala tidak membuat surut semangat, karena semakin sulit datanya, maka semakin menantang untuk dicari. Alhasil beberapa tulisan hasil riset alakadarnya yg dibuat untuk sinopsis saya post di blog ini. Yang kemudian oleh beberapa orang yang bertanggung jawab dan yang tidak bertanggungjawab dikutip sebagai referensi.
Semakin hari, saya semakin tertarik untuk membaca sejarah dengan baik, dan dampaknya kepada penonton juga terlihat positif dari feedback yang saya terima. Bahwa mengajarkan sejarah tidak melulu dengan ceramah, tapi juga bisa dengan cara yang menyenangkan.

Berikut poster dua pementasan dari sekian pementasan rekonstruksi sejarah yg saya sutradarai.
image

image


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: