Catatan Guru Drama

notes of my thoughts

Dingin

on April 11, 2015

Sudah sepi ketika aku tapakkan kaki
Derap langkah tak membunuh sunyi
Mulut terkunci rapat dengan riak emosi
Sudah sepi ketika aku tapakkan kaki

Ini memang malam, tapi sepi tak biasa
Padahal kudengar ratusan teriak
Memacu detak pemompa hidup
Mulut terkunci rapat dengan riak emosi

Mata kosong, terusir pikir
Mati sajalah…
Sudah sepi saat aku tapakkan kaki

1142015
Rizki Pradana


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: