Catatan Guru Drama

notes of my thoughts

Yamaha vs Suzuki

on March 22, 2012

Ada sebuah kisah tentang dua orang tukang ojek. Dua orang ojek itu mengendarai jenis sepeda motor yang berbeda. Sebut saja pak Rony tukang ojek pertama, dia menggilai Yamaha sebagai motor terbaik. Menurut dia, Yamaha memiliki kecepatan yang mumpuni, kelincahannya juga mantabh, dan disain body yang keren. Nah yang kedua Pak Jony, dia mengendarai Suzuki, dengan alasan, bahwa Suzuki lebih irit dengan kecepatan yang juga mumpuni. Lebih lincah karena bodynya enteng, disainnya juga menarik, tambah satu lagi menurut dia, bahwa Suzuki dengan jenis yang sama pernah di bawa keliling Indonesia dengan ketahanan yang sangat baik. Suatu hari pak Jony dan Pak Rony terlibat diskusi yang sangat sengit tentang motornya saat menunggu penumpang. “ Ron, kenapa sih lu masih aja pake Yamaha? Yamaha itu kan borosnya minta ampun.” Trus Pak Rony jawab, “Lu salah, Jon. Yamaha itu larinya paling cepet, biarin dah agak boros yang penting gue lebih cepet nya nyampe tujuan. Lagian lu juga pake Suzuki kagak bingung apa onderdilnya pada mahal?” dan kembali pak Jony menjawab, “Nah, biarin dah agak mahal yang penting daya Tahannya lebih kuat. Kagak sering2 ganti. Dan kalo masalah kecepatan, motor gua juga kagak kalah.. Suzuki itu, udah daya tahannya terbukti, larinya kenceng, bensin lebih irit lagi…” debat itu terus berlangsung, hingga satu waktu datang suami istri yang butuh ojek. Jony dan Rony pun terima orderan. “ke Monas ya bang, “ , Jony dan Rony menjawab serempak “SIAP!!!” kemudian mereka berdua menyalakan mesin dan mempersilahkan penumpangnya untuk naik. Dan dalam waktu satu jam mereka tiba di lokasi dan menerima bayaran yang sama. Pak jony dan Pak Rony pun puas dan kembali menuju pangkalannya.

Disini gue mau cerita, bahwa perbedaan itu tidak perlu disikapi dengan terlalu berlebihan. Berkaca dari cerita diatas, mau kendaraannya apapun, kalo tujuannya sama, kenapa harus repot berdebat urusan perbedaannya. Kan tujuan dan jalannya sama. Nah begitupula dengan masalah yang dihadapi Bangsa Indonesia sekarang. Yang lagi ada krisis toleransi, dimana orang saling menunjuk muka dan teriak gue yang bener, lu salah. Perlu gak kita saling tunjuk dan berteriak gue yang paling bener dan semua yg berbeda sama gue salah? Jadi silahkan renungkan cerita diatas.

-Rizki Pradana


One response to “Yamaha vs Suzuki

  1. madna29 says:

    setuju! semua hal pasti memiliki perbedaan dan ngga perlu dilebih-lebihkan. hmm.. *jadi inget munir*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: