Catatan Guru Drama

notes of my thoughts

Gubernur Jendral Van Der Parra: 1761-1775

on December 11, 2011

Pada zamannya, VOC adalah sebuah organisasi dagang yang hebat.  Sebuah kekuatan dagang yg cukup diperhitungkan di Dunia pada saat itu. Kedahsyatannya bukan hancur akibat serangan kekuatan luar, namun oleh para pejabat-pejabatnya sendiri yang pada akhir kejayaannya banyak terlibat korupsi, nepotisme dan kolusi. Berawal dari sebuah tragedy genosida pada tahun 1740 berlanjut kemudian pada para pejabat ambisius yang menghalalkan segala cara untuk bisa mencapai tampuk pimpinan tertinggi VOC di Hindia Timur. Salah satu pejabat ambisius yang paling terkenal adalah Petrus Albertus Van der Parra.

Petrus Albertus van der Parra, Lahir di Kolombo 29 september 1714 dan meninggal di Batavia 28 Desember 1775. Mengawali karir sebagai prajurit pena hingga terus meningkat, dan pada puncaknya tanggal 15 mei 1761 ketika Dewan Hindia memutuskan Van der Parra menjadi Gubernur Jendral VOC di Hindia. Kisah korupsi nya di awali dengan sebuah konspirasi menyingkirkan Gubernur Jendral terdahulu, Jacob Mossel, yang dilanjutkan dengan sebuah Pesta besar-besaran yang diselenggarakan sebagai perayaan Pelantikannya saat secara Resmi Dewan 17 mengirimkam surat putusan pengangkatan Van der Parra sebagai Gubernur Jendral VOC Hindia. Hebatnya pelantikan dilakukan bersamaan dengan perayaan ulang tahunnya yang kemudian secara sepihak di jadikan hari libur nasional.

Berbagai macam intrik terjadi pada saat pemerintahannya. Sifatnya yang berlebihan dengan menganggap dirinya Raja Hindia sangat di tentang oleh beberapa pihak, hingga pada suatu hari Gereja merencanakan perlawanan, namun bisa diredam dengan pemberian sumbangan kitab perjanjian baru kepada gereja oleh Van der Parra. Van der Parra berubah menjadi seperti orang suci bagi gereja.  Namun pemerintahan yang dibangun berdasarkan hubungan keluarga dan kerabat, membuat pemerintahannya terlihat kuat dari luar, namun rapuh di dalamnya, sehingga banyak bermunculan usaha-usaha yang bertujuan melemahkan Van der Parra sendiri.

Orang-orang yang tidak sependapat dengan kelakuan Van der Parra tidak sekali mengirimkan laporan surat kepada Dewan 17 perihal kelakuan sang Gubernur Jendral, tapi entah kenapa tidak pernah mendapat tanggapan serius dari Dewan 17, sehingga pemerintahan Van der Parra  terus langgeng. Sampai pada akhirnya ada usaha pembunuhan secara diam-diam kepada Van der Parra. Beberapa usaha gagal, tapi yg terakhir berhasil membuat dia sakit parah dan akhirnya meninggal pada tahun 1775.

Pemerintahan dengan gaya kerajaan ala Van der Parra memang tidak dilanjutkan oleh penerusnya, tapi budaya korupsi tetap berlanjut hingga pada tahun 1799 VOC bangkrut dan diambil alih oleh pemerintah Kerajaan Belanda.

Sebagai sebuah generasi merdeka yang mendapat tanggung jawab, maka ini adalah peringatan bagi siapapun yang menjabat sebagai pejabat Negara, bahwa ketika korupsi menjadi budaya, maka sudah bisa dipastikan umur dari kelompok/organisasi/Negara tidak akan lama lagi hingga kehancurannya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: