Catatan Guru Drama

notes of my thoughts

Ilusi dan Tari

on August 6, 2009

Berdasarkan Teori Konrad Lange

“Pernahkah merasakan menjadi seorang pilot, kusir, pemburu, dokter, jagoan kungfu, superhero, atau sebagai orang tua?”

Jika saya disodorkan pertanyaan di atas, maka saya akan menjawab, pernah. Karena saya pernah melewati masa-masa bermain di waktu kecil yang ternyata sebuah masa yang penuh dengan Ilusi. Waktu kecil saya pernah bermain perang-perangan dan menjadi panglima perangnya, lalu saya juga pernah menjadi seorang superhero saat bermain bersama adik saya sesaat setelah menonton sebuah acara superhero di TV. Bukan pura-pura, tapi benar-benar merasakan menjadi peran yang sedang dimainkan. Ini juga adalah ekspresi kekaguman serta ekspresi keinginan. Oleh karena itu timbul imajinasi yang kemudian berkembang menjadi ilusi. Dan di dalamnya terdapat kesenangan dan kepuasan yang dapat disebut kenikmatan ilusi. Berada di luar alam nyata memang memberikan sensasi-sensasi kenikmatan, dimana kita bisa terbebas dari belenggu masalah-masalah nyata. Dan pasti kita tetap dalam kesadaran akan keadaan nyata, sehingga secara sadar kita menciptakan kesadaran lain, yaitu kesadaran penipuan-diri yang erat hubungannya dengan ilusi.

Dalam kesenian kita mengenal seni peran, seni tari, seni musik, seni rupa dan sastra. Hampir pada setiap proses kreatif para seniman di bidangnya masing-masing menggunakan ilusi sebagai pengejawantahan atas imaginasinya yang kemudian ditumpahkan pada media-media keseniannya. Dalam seni tari, seorang koreografer biasanya senang bermain dengan imaginasinya untuk menemukan gerak-gerak tari yang unik, dan biasanya mereka meminjam sudut pandang atau pikiran-pikiran yang bukan dirinya untuk kemudian dipakai mencari gerak tersebut. Begitu pula dengan penarinya, untuk dapat merasakan gerak dan kemudian menggerakkannya dengan rasa yang sama dengan yang dirasakan oleh koreografer ketika mendapat gerak tersebut. maka penari harus meminjam pikiran-pikiran atau sudut pandang koreografer serta meciptakan ilusi tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan gerak tersebut.

Sebuah contoh yang paling gampang adalah, ketika seorang koreografer mencipta atau menata tari betawi yang bertema “panen”, maka sang koreografer harus menganggap dirinya petani sekaligus penari sesuai dengan hasil pengamatannya, untuk mendapatkan motif-motif gerak petani ketika panen dalam bentuk tari betawi. Dalam proses peminjaman pikiran petani itulah ilusi bermain dimana koreografer menjadi petani, padahal dia bukan petani atau tidak pernah bertani sebelumnya. Untuk bisa seperti ini pun harus melalui proses latihan. Dan jika diadakan pelatihan khusus atau workshop biasanya para mentor menggunakan metode “game and play” untuk bisa membangun kesadaran yang dibutuhkan dalam proses kreatif. Dalam workshop biasanya mentor memberikan materi yang mirip dengan permainan anak-anak seperti telah dipaparkan pada beberapa paragrap di awal tulisan ini. Bentuknya lebih mirip simulasi yang diharapkan akan merangsang kesadaran akan ilusi itu sendiri berdasarkan imajinasi peserta yang diarahkan oleh mentor.

Penari, dalam melakukan gerak tari, tidak dapat hanya bergerak secara mekanis, tapi juga pikiran dan rasa. Dan untuk bergerak secara pikiran dan rasa, maka penari akan ber-ilusi atau menganggap dia dalam kesadaran sang koreografer saat mencipta gerak tersebut, bukan sekedar hapalan yang akan membuat penari terjebak dalam gerakan-gerakan mekanis. Ilusi adalah bagian yang tak terpisahkan dalam seni, termasuk seni tari yang membutuhkan ilusi dalam setiap proses kreatif dan apresiasinya. Karena nilai-nilai keindahannya tak hanya teknik gerak, tapi juga kedalaman rasa yang hanya bisa di capai dengan menghidupkan ilusi dalam tari.

16 Maret 2006
Rizki Pradana


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: