Catatan Guru Drama

notes of my thoughts

Hakekat Seni

on August 6, 2009

Karena berbagai pertimbangan, seni adalah kata yang paling sulit untuk didefinisikan tanpa harus memulai perdebatan yang tiada akhirnya. Banyak definisi telah dikemukakan. Setidaknya seni mempunyai keterlibatan manusia –entah dalam kemampuan fisik atau pikiran. Definisi yang bervariasi dari banyak ahli seni dan institusi seni, membuktikan betapa sulitnya mencari sesuatu yang baku tentang definisi seni.

Seni menurut apa yang saya baca dan saya sepakat adalah ekspresi kehendak, perasaan, pikiran, pengalaman, imajinasi yang di tuangkan kedalam media-media, yang dalam proses nya terdapat nilai-nilai daya, cipta, rasa dan karsa. Sangat umum memang.

Hakekat seni adalah salah satu cara untuk mencari sebuah persamaan besar untuk disepakati bersama dan ini adalah hal yang paling mendasar dari seni. Tapi untuk mencapai kesepakatan tentang hakekat juga sama sulitnya, karena banyaknya ahli dan institusi seni yang mengemukakan pendapatnya masing-masing. Dan semua itu sangat berbeda, entah dari sudut pandangnya atau dari tujuannya. Diantaranya adalah sebagai berikut, contoh dari definisi dan hakekat seni :

* “Hidup sebentar, seni abadi” – Hipocrates, Filsuf
* “Seni melengkapi apa yang tidak dilengkapi oleh alam.” – Aristoteles, Filsuf
* “Reproduksi dari apa yang dicerap indera-indera manusia dari alam semesta menerobos selubung jiwa” – Edgar Allan Poe, Penulis
* “yang berada di antara kegiatan statis yang berulang dan membosankan, dengan kegiatan dinamis acak yang membingungkan.” – Yohanes A. Locke, hli filsafat Bahasa Inggris.
* “Seni adalah sesuatu yang tidak dapat dideskripsikan, dan tidak dapat ditiru.” – Pierre August Renoir, Impresionis.
* Seni adalah bentuk paling keras dari individualisme yang pernah ada di dunia.” – Oscar Wilde
* “Seni tidak mereproduksikan yang terlihat, tapi membuatnya terlihat.” – Paul Klee, Seniman Swiss.
* “Mengobjekkan perasaan, dan mensubjekkan alam.” – Susanne Langer, pemikir

Dari sekian banyak pikiran yang telah dikemukakan tentang seni dan hakekatnya, hanya bisa didapatkan sebuah kesimpulan yang berlaku secara individual, dan menjadi titik akhir. Pencarian akan hakekat seni masih akan terus berlangsung selama peradaban manusia belum mati.

Dari apa yang saya baca dan saya alami, Hakekat Seni adalah untuk melengkapi segala sesuatu yang tidak terselesaikan oleh alam dalam bentuk reproduksi atas proses pencerapan indera manusia dari alam, dan tidak dapat dideskripsikan maupun di tiru.”

26 mei 2005


One response to “Hakekat Seni

  1. mistararam says:

    kata khairil anwar; “sekali berarti setelah itu mati”
    ungkapan tersebut selalu menyengat di telinga kita, apakah “seni itu sudah mati” itu semua tergantung pada seni itu sendiri.
    apakah seni memang diperuntukkan kepada manusia, apakah untuk kesenangan, ataukah untuk ritual.
    semangat untuk berkarya di bidang seni, perlu ditumbuhkan di setiap saat, disetiap waktu, mengikuti jalannya waktu. semangat adalah timbul dari dalam, pada hati sanubari, dan kapan seni itu bisa dikreasikan. “seni ibarat air yang mengalir dari mata air di gunung ke kalut, yang diserap oleh lingkungan dengan kapasitasnya”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: